*DIMANA MAKAM PANGERAN SAMBERNYAWA YANG SEBENARNYA?

23:13 24/08/2009, SOLO.

DIMANA MAKAM PANGERAN SAMBERNYAWA [SRI MANGKUNEGARA I] YANG SEBENARNYA?

Hari Jum’at  14 Agustus 2009 [tgl.22-23 pasaran Jawa] [Malam sabtu], Mas Bobby duduk sambil membaca Yasin, di tempat ia pernah menerima Azimat Indarun Sayap Jibrail, lalu setelah selesai ia tertidur , namun mendadak ia dibangunkan oleh seseorang, yang menyuruhnya untuk segera berpindah tempat , orang itu mengatakan akan bersholat di tempat yang di pakai tidur oleh Mas Bobby Meidianto.


Yang bikin Mas Bobby heran adalah orang itu Eyangnya Pangeran Sambernyawa, saking bingungnya sampai2 mas Bobby ragu dan berpikir ini benar2 Eyang Sambernyawa apakah bukan? Eyang beliau Eyang Setijo pun muncul dan bercerita sesuatu sejarah di saat yang lalu.

Adalah kisah Bahwa Beliau Eyang Pangeran Sambernyawa itu di makamkan di Dalam Istana Mangkunegaran sebenarnya bukan di Gunung Mangadeg bukanlah hal asing bagi Bobby Meidianto.

Namun Yang ini adalah benar2 mengejutkan Mas Bobby.  [Sementara itu beliau Eyang Sambernyawa melakukan Sholat jamaah dengan banyak orang berpakaian prajurit keraton].

Kisahnya adalah, bahwa, saat beliau akan meninggal, beliau itu sakit dan namun di ungsikan keluar keraton Pura Mangkunegaran dan di sembunyikan di tempat kampung Keprabon itu sekarang, sampai Beliau wafat dan disemayamkan serta di Sholatkan di tempat itu bahkan di makamkan di tempat itu pula, sementara Pasukan Tentara VOC menggeledah Keraton dan berniat membawa Sang Prabu untuk di hukum [Pangeran Sambernyawa amat sangat ditakuti dan di Benci VOC, dan sampai meninggalpun belum pernah kalah dan menyerah, apalagi tertipu oleh Kompeni].

Dan hari itu adalah hari meninggalnya beliau, dan sudah sekian lama tak ada seorangpun yang paham hal ini, dan mas Bobby, secara kebetulan dapat melihat hal ini dan di pesan oleh Eyang Setijo agar mas Bobby sampai 7 hari berikutnya jangan tidur di situ, dan namun mas Bobby merasa tidak rela, sebab ia tahu kalau itu benar dan setiap hari makam Eyangnya di Injak2 orang, dan ia benar2 berniat akan memberitahukan ini kepada Paundra Karna, dan Gusti Jiwo [Sri Mangkunegara 9] ayahnya, agar mengambil suatu tindakan penyelamatan.

Beberapa catatan tentang hal ini belumlah di tulis disini. namun itu berhubungan dengan keluarnya Azimat Indarun Sayap Jibrail.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.