*TINJU TIADA BANDING & TANPA BAYANGAN.

KAU PENGKHIANAT!

Bertubi-tubi  tinju tiada banding dan pukulan tanpa bayangan  milik Endang Sugiyanti menghajar dada Bobby “Jaguar” dan membuat “J” langsung klenger.

Namun adegan itu berlanjut dengan acara berpelukaaannnnnn!

Sambil menangis terisak Endang memeluk erat kekasihnya itu (mantan Kekasih ya istilah tepatnya?).

Jaguar merasakan tambah bengek namun dalam hatinya ia senang. “Asyik deh ini yang ku tunggu walaupun napasku sesak tak bisa bernapas heh heh heh “.

Akhirnya setelah Endang mampu ceritakan isi hatinya, barulah keduanya menyesali kebodohannya.

Endang itu berangkat ke kalimantan memenuhi SK pengangkatannya sebagai Pegawai Dep Sos di Banjarmasin tanpa berpamitan kepada Jaguar yang akhirnya kecewa juga karena tak ada surat satupun dari kekasihnya malah ia mendapat info dari teman2nya yang bertugas di sana bahwa Endang telah langsung laku keras dapat cowo lain pengganti Bobby.

Sebaliknya Endang mengatakan bahwa ia telah berulangkali berkirim surat ke rumah Bobby namun tak ada jawaban, namun Bobby sudah dapat menduga bahwa itu pastilah kerjaan Ibu Tirinya.

Dan akhirnya nasi menjadi bubur sudah, Sepulang dari banjarmasin Bobby malah sudah menikah dengan Sri Andriarsi adik kelasnya juga karena putus asa atas kepergiannya ke Kalimantan.

Sedang Ia (Endang) yang sudah pacaran sejak kelas satu SMPS jadi gigit jari.

Dan ia baru tahu kalau setelah Bobby menikah itu, malah juga sempat cekcok dengan istrinya itu dan lalu merantau ke Lombok NTB .

Akhirnya mereka berdua hanya bisa mengenang semua memory indah mereka saat SMA itu, sebab Endang tak mau menerima tawaran Bobby yang dengan agak terpaksa karena merasa bersalah, lalu mengajak Endang itu untuk tetap menikah juga dengannya sebagai istri ke duanya.

Apa saja kenangan mereka itu ? tak ku tahu sebab dalam catatan ini hanya di tulis :

“Endang masih ingatkah kau saat kita main di rumah Kalis dulu itu, saat aku tertawa geli karena tanpa sengaja saat aku colek pipimu itu ternyata pipimu jadi tercoreng hitam jelaga, dari jariku yang sebelumnya aku pakai untuk membetulkan letak kayu bakar di tungku miliknya Kalis itu. Dan itu wajahmu benar2 lucu saat kau bengong pandangi aku itu, hehehe.

Kau tahu aku benar2 tidak tega lihat kau begitu hingga aku bersihkan itu dengan sapu tanganku itu dan lalu kucium pipimu itu”.

“Juga masih ingatkah kau saat kau katakan “BENCI “ padaku dan tanya padaku “apa aku ini pacarmu?”. Aku sungguh2 lemas saat itu Ndang,  hingga aku tanyakan itu “Apakah selama ini kau tidak anggap aku ini pacar dan apa kita disini begini ini bukan pacaran?”

Lalu kau jawab; “ Bik, apa kau benar2 tidak tahu kalau BENCI itu Benar2 Cinta?”

“Tahu ga’ Ndang? Aku saat itu benar2 girang dan itu masih belum seberapa saat sesudah kau katakan itu lalu kau Cium mesra bibirku itu. Yang sekian lama aku ini terkadang menciummu namun belum pernah sekalipun kau yang cium aku”.

(Mas Bob, Aku dadi kepengin banget nih ama pacarku begitu juga itu si Arini Polwan itu. He he he…. itu Tasya juga sebenarnya mau ama mas Juga loh…. mbok itu aja dari pada Meutya itu, kan soal ca’emnya juga ga’ kalah khan?).

%d bloggers like this: