Ular Naga Di Gunung Pusuk.

1990, Lombok Barat.

Ini adalah kisah saat Letkol. Bobby Meidianto kerja di Penerbitan 3 Serangkai Solo, dan di tugasin menjadi sales di Mataram Lombok Barat. Satu diantara pengalamannya saat itu, selain ia bertarung lawan Leak, bertemu dengan Penguasa Rinjani, dan bertemu dengan mahkluk Purbakala..

Kala itu biasa setelah keliling supervisi atau pedekate ke Guru2 di wilayah tugasnya Ampenan, Letkol Bobby Meidianto, ingin sekali menyendiri mencari udara lain. Setelah mandi sore itu, Ia segera melarikan motornya jalan2 cari angin. Bukannya cari cewe tapi justru pergi ke arah yg amat sangat he he he…saat itu masih termasuk angker. Yaitu gunung Pusuk, masih di wilayah Lombok Barat sekitar 16 km dari Mataram [katanya sih].

Sampai di situ yang memang lokasinya kata Letkol Bobby Meidianto mirip di Candi Sukuh Karanganyar [Tawangmangu], masih asli dan alami sekali, kalau siang bahkan anda bisa menjumpai rombongan monyet [kera] bergerombol di pinggir jalan di situ.

Letkol Bobby tahu tempat itu, setelah kawan2nya membuka lahan di wilayah Lombok Utara [Tanjung , Bayan , Gangga = arah pendakian Gunung Rinjani dari Lombok Barat].

Sampai di situ ternyata warung kopi, di tempat itu masih buka. Segera saja Letkol Bobby yang ingin santai mampir di warung itu dan memesan segelas kopi manis kesukaannya.

Baru beberapa saat ia duduk dan menyeruput kopinya tiba2 terdengar suara aneh yang amat ribut dan hingar bingar. Suara itu mirip desisan loko uap dan namun sangat keras sekali, dan entah gimana kata Letkol Bobby Meidianto sulit menggambarkan suara aneh tersebut. Tapi yg jelas suasana alam di sekitar tempat itu amendadak berubah drastis, sebab mulai dari jauh, dengan cepat pohon2 patah bertumbangan seperti dilanda sesuatu. Tak bisa di bayangkan oleh Letkol Bobby waktu itu, ia benar2 merasa memasuki dunia film, monster atau binatang purba atau alien, melihat hal itu. [hiiih ngeri deh].

Belum lagi sempat habis terkejutnya Letkol Bobby bersama si pemilik warung itu, tahulah mereka berdua, seekor babi hutan besar [hampir sebesar anak kerbau/kerbau muda] lari lewat kearah lain dan tahu2 di belakangnya …menyusul [tahu2 yg muncul] kepala ular sebesar drum minyak tanah, dan menyusul badan serta ekornya lewat begitu saja, dan tanpa ampun gerakan badan ular itu yang agak seperti berlenggok, menyabet pohon2 di sekitarnya dan membuat pohon2 itu tumbang.

Berdua Letkol Inf. Bobby Meidianto dan laki2 pemilik warung shock, melihat hal itu. Kepala ular itu sebesar drum dan panjangnya lebih kurang sedikitnya 30-40 meter.

Anda mungkin tidak percaya kalau tidak melihat sendiri, namun Letkol Bobby yg melihatnya langsungpun heran juga, sebab, wilayah itu kalau dilihat dengan peta atau dari atas, pastilah, melewati dusun2 juga, sekalipun itu berupa hutan ribuan hektar hingga gunung Rinjani. Dimana ular itu bersembunyi sebelumnya?

Dan ternyata tempat ular dan Babi hutan itu menghilangpun juga aneh, sebab selain tanda2 pohon2 yang patah itu, juga tidak jelas kemana mereka pergi.

Segera setelah habis /hilang rasa lemas di kaki Letkol Bobby , lalu segera beranjak pergi setelah membayar dan si pemilik warung ia tawarin untuk ikut ia antar, untunglah sepeda motor yg ia parkir di samping warung tidak ikut terlindas ular itu dan ataupun ketimpa pohon yg bertumbangan.

Esoknya, Letkol Bobby kebetulan diajak lagi oleh Dondy, kawannya yg membuka wilayah di Lombok utara itu, sekali lagi lewat situ untuk menuju Gangga. Dan mampir juga lagi di tempat itu. Kali ini yg ada di situ adalah penjaga hutan, dan tatkala di tanya Dondy, koq pohon2 disitu pada bertumbangan apa ada angin, di jawab, bukan angin tapi ular, besar sekali.

Dondy & kawan2 Letkol boby tak ada yg dikasih tahu sebelumnya oleh Bobby lantaran ada kawan Bobby yg nyinyir dan pendengki, yg akan menghinanya bila ia ceritakan hal itu. Tahu tidak seberapa sirik dan pendengkinya orang itu?

Setelah Dulu Letkol Bobby cerita pernbah kerja di Bangunan, lalu di ejekin terus karena waktu kerja di situ saat menurunkan buku2 dari truk, ia kelihatan letoy, yang sebenarnya Letkol Bobby lagi ga niat sebab ia masih dalam masalah keluarga yang bikin ia stress.

Lalu lagi, tatkala Letkol Bobby cerita tentang Napak Tilas Probo Sutejo, yg di selenggarakan UNS Solo, ia di paido [jawa], Apa Probo Sutejo itu pahlawan atau dari TNI? [padahal semua kan tahu kalau Probo Sutejo itu Jendral].

Juga tatkala Letkol Boby cerita tentang proses pembuatan mutiara, dan ada jenis2 mutiara hitam, merah jambu dan biru, lah koq, sekali lagi orang nyinyir itu mencemooh Mas Bobby, yang ia bilang sudah miring katanya.

Namun Allah berikan pertolongan kepada Letkol Bobby. Secara tidak sengaja pas Letkol Bobby sakit habis bertarung vs Leak, kawan2nya tanpa orang nyinyir itu, datang menjenguknya di rumah kontrakan kakak Letkol Bobby [Devi Rachyuanto & Baiq Pujiati] di jalan Kapuas raya Perumnas Tanjung Karang AMPENAN, tidak sengaja seorang ettangga Kakaknya sedang main ke situ sambil membawa majalah Femina atau Kartini, yg memuat dua hal tersebut. Satu memuat berita tentang kehidupan pribadi Jendral Probo Sutejo, dan satunya lagi, adalah proses pembuatan mutiara itu dan di situ ada di muat juga gambar2nya mutiara berwarna hitam, merah jambu, dan biru serta ungu.

Luar biasa kan?

Itulah bedanya orang yang baik yg dikasihi Tuhan dengan orang yg sirik hati.

Barulah saat itu Kawan2 Letkol Bobby diam2 lebih percayai Letkol Bobby dari pada si nyinyir itu.

Masih di tambah lagi, saat dua kali setelah kejadian bertemu ular di Gunung Pusuk itu, juga pas lagi dalam perjalanan menuju Gangga , dan Bayan, tiba2 saat melewati padang rumput / savana di situ, tiba2 [Kebetulan Letkol Bobby yg memboncengkan] tiba2 dari rerumputan muncul seekor binatang yang sulit di bayangkan masih ada di saat ini. tahu tidak? bentuknya sih kata Letkol Bobby, benar2 persis deh ama buaya, dan panjangnya hanya sekitar 2 meter, dan cara jalannya juga. Yang bikin mereka berdua terkejut itu, buaya itu punya sirip atas sama seperti sirip ikan layaran, setinggi satu meter. Binatang itu sempat berhenti sejenak di tengah jalan, tapi melihat letkol Bobby yg juga berhenti lantaran kaget, padahal kecepatan tinggi, ia lalu jalan lagi menyeberang jalan itu dan menghilang di rerumputan ke arah pantai yg hanya kurang lebih dua ratus meter dari tempat itu. Hihhh …..Inyong ngeri deh kalo harus ketemu ama makhluk2 itu di sana.

%d bloggers like this: