YANG….. HUJAN TURUN LAGI….[rev.6][BOBBY Meidianto “Jaguar”Love Story Sweet Memories] 1989. NEW!!!

YANG….. HUJAN TURUN LAGI….[BOBBY Meidianto “Jaguar”Love Story Sweet Memories] 1989. [ 2 bulan sebelum Pernikahan Bobby Meidianto-Sri Andriarsi ].


Astuti, nama gadis itu, Nama yg cantiq, secantiq orangnya, begitu pikir Bobby saat ia kenal gadis itu. di sebuah pesta ultah seorang anak didiknya.

Sore itu Bobby sebenarnya akan jalan2 sore, tapi, tiba2 beberapa cewe dari SMPS Tunas Bakti [swasta] Solo, yg kost di dekat rumahnya di Jl. Sri Gunting 7 Gremet Manahan Solo, pada lewat dan lalu setelah menyalaminya, mereka lalu ajak Bobby ke acara ultah teman mereka di Kleco Solo. SMPS itu baru 2 tahun didirikan dan Guru2nya pun semua berasal dari SMPS Neg. Solo tempat Bobby Meidianto sekolah saat itu. Saat itu memang Bobby sering ke sekolahan itu membantu Mantan kakak Pembinanya melatih Pramuka, sekalipun Bobby sudah Lulus.

Bobby jengah, namun akhirnya ikut juga, naik becak berempat. Asyik tuh, ia pangku cewe cakep.

Sampai di tempat acara telah di mulai. Dan saat itulah dalam sebuah permainan , Bobby kenal dengan gadis itu, yg bernama Astuti. Ga kebayang deh, bahwa hal itu akan jadi kenangan mereka yg indah dan namun juga menyakitkan nantinya bagi mereka saat ini. Ternyata mereka berdua lalu saling jatuh hati.

*Lupa deh Mas Bobby ama Yuliana Boyolali, ama Endah, ama mbak Andri [yg saat ini jadi istrinya], ama laen2nya. Aja di amuk ya mas…canda wae koq.

*Ho..oh….canda loe! Ntar benjut baru tau rasa loh!

*Asem…!Ngecrohin orang sak enake! Ko en sndiri boyo gitu koq!

*Sabar…. Aku kan cuma komentar. Aku omongin gitu soale inyong dhewek kalo lagi begitu …yah…gitu…itu!”

*Omong koq ga cetho…bikin puyeng… kalo lagi gitu..trus gitu itu…. he he he….wis ..lanjutin tuh…ndhalange…eh…ndongenge..!

*Trus piye Nyong??? Lanjutin…tapi jangan pake ngapak2 sik!

Lalu saat mereka pulang, kebetulan Astuti, mau naik Bus , dan pas banget hujan turun. Entah sial entah beruntung, Bobby jadi lengket ama do’i. Dan lagi kebetulan Bobby bawa Payung. Ia memang sering bawa payung kalo pas pergi kemana-mana, menuruti pesan Ibundanya. Mereka berdua naik bus menuju sta. KA. Purwosari Solo, karena rumah Astuti dekat situ. Sepanjang perjalanan mereka berdua asyik , akrab & mesra . Hilang sudah keraguan Bobby Meidianto, yg sebelumnya jaga jarak sebab, ia pikir, Astuti udah punya pacar. Keasyikan mereka berdua, tampak dari lagu “Yang….. hujan turun lagi……” cipt. Obbie Mesakh yg saat itu lagi in, yg keluar dari mulut mereka berdua menyelingi candaan mereka.

*Asyik..yg gitu itu kita2 ini belum pernah bisa ya? Skalipun ama pacar2 kita?

*Makane…Inyong seneng ama Mas Bobby, crita hidupe banyak yg asyik.

*Itu di pilemkan model pilem India apa pilem londo yg seperti Romeo & Juliet, walahhh…di tonton orang…Sophan Sophian & Widyawati keok tenan.

*Aku sering nnton filmnya Rano Karno-Lidya Kandau Walah….rasane hatiku udah sir-siran sekali…lha wong mesra tenan koq!

*Ho…oh ! apalagi nonton mas Bambang Tri-Mayangsari berdua mesra-mesraan….. Wuihhhh! Bu Halimah…STEP Langsung deh!

*Kalo yg itu…kan wis pantes…soale Bu Halimah kan Istrine Pak Bambang Tri yg pertama? Asem…tak jotos….Menyonyo koen! La wong yang di bicarakan Mas Bobby & Meutya Hafid koq tekan Mas Bambang Tri! Wis bacutke!.


Ternyata, hujan amat deras selanjutnya hingga saat sampai di sta. Purwosari, mereka berdua, terpaksa, berhenti dulu di sta. tsb. Namun akhirnya setelah hanya tinggal gerimis mereka melanjutkan perjalanan sebab hanya tinggal 150 meter lagi sampai di rumah Astuti itu.

Namun betapa keget mereka berdua saat tinggal beberapa puluh meter lagi, sampai, ternyata jalan dihadapan mereka banjir setinggi lutut. Sampai2 Bobby bengong & berpikir “Apakah rumah Astuti juga kebanjiran?”

Lalu dg mesra Bobby minta kepada Astuti agar pegangi payung dan lalu ia gulung celananya lebih ke atas lagi hingga seperti pakai celana pendek. Tiba2 Astuti Menjerit kaget, namun senyum dan tawanya tak lepas dari bibirnya yg indah itu. Bobby hanya bilang, “Maaf ya yank…?” lalu merangkul pundak Astuti namun sebelah tangannya ke bawah dan Huuuppps!!!! Ia bopong/gendong Astuti itu yg belum sempat berpikir .

Dan …ia gendong Astuti itu berjalan melewati banjir ke rumah Astuti dan bikin kaget kedua orang tua Astuti dan kakak2 Astuti. Namun senyum Astuti tak lepas dari bibirnya dan ia jelaskan bahwa, jalan di belakang rumah banjir setinggi lutut hingga ia terpaksa di gendong Bobby.

Peristiwa itu membekas di hati keduanya…..

Tapi….Waktu Mas Bobby ditanya Astuti waktu itu koq, akal2an membopong ia kenapa? Mas Bobby tuh jawabnya; Air banjirnya kan lumayan deras, dan sudah setinggi lutut, bisa sih nyebrang berdua jalan sendiri2 tapi aku takut kamu kepleset dan malah kecebur gara2 air deras itu. Ku hitung debit airnya, kupikir kalau kita berdua jadi satu kan tambah berat dan jadi stabil, ga bakalan jatuh/kepleset, jadi yah nekat aja, muter juga sama saja, jalan di sebelah sono jauh dan juga penuh air”.

Tapi Astuti tetap ga yakin itu alasan Mas Bobby. Dan di hatinya hanya ada satu: Balas dendam yang mesraaaaaa banget buat Mas Bobby nanti.

Beberapa jam kemudian… Bobby, pamitan pulang kerumahnya sendiri. Sampai di rumah…Bobby Meidianto jadi susah tidur . Wajah Astuti yg manis itu selalu terbayang…

Betapa terkejutnya ia ketika…beberapa hari kemudian, Astuti tau2 muncul di rumahnya bertamu bersama adik nya dan pacar adiknya. Betapa hatinya berbunga-bunga. Astuti mengundang Bobby untuk ikut ia merayakan ultah Astuti di Waduk Mulur Sukoharjo, namun masih selang, 2 bulan.

Bobby tau, kalo itu signal dari Astuti memberi lampu hijau padanya untuk memasuki hatinya. Hal itulah yg membuat ia lalu kembali datangi Astuti . Dan akhirnya mereka berdua beberapa kali jalan2 berdua.

Sementara itu…. Sri Andriarsi tidak tau kalau Bobby dapat gandengan cewe lain lagi. Namun Pas datang kerumah Andri, Bobby juga cerita terus terang, dan Andri barangkali hanya bisa berpasrah diri. Namun Ia masih ingat, ketika, sebelumnya Bobby Meidianto, ke Jakarta dan lalu pulang, menanyakan isi hati Sri Andriarsi yg sebenarnya kepadanya.

Apa sebab? Beberapa tahun kenal tak ada sesuatupun di hati Bobby, namun saat Bobby ke Jakarta, untuk urusan Daftar Pekerjaan di Depsos Pusat Jakarta [Malah ketemu langsung Bu Menteri lho], koq jadi terbayang-bayang wajah Sri Andriarsi itu. He he he…… Mumet toh? Itulah yg akhirnya membuat Bobby lalu berjanji pada Sri Andriarsi, kalo jodoh [Tuhan Kehendaki] maka dalam waktu dua bulan itu, mereka berdua harus sudah MENIKAH di KUA.

*Dan….. belum juga sampai 2 bulan koq ketemu Tutik ya mas? Ha ha ha haaa.

*Monyong luh….! Malah lo ketawain mas Bobby. Dasar Tengil lo!.

Ho oh wis… Lalu singkat kata, Mas Bobby yg teringat saat itu jadi risau hatinya dan….mengambil keputusan yg justru koq malah kliru? [Bagiku sih]. Ia memilih memutuskan hubungan dengan Astuti, dan ia merasa hal itu bukan Pengecut dan tidak menipu. Namun ternyata dalam kisah selanjutnya, ia jadi kecewa dan sakit , juga Tutik itu. Betapa tidak? sama seperti ANITA & CYNTHIA, Ternyata Astuti & Sri Andriarsi, sama2 mau joinan cinta yg sama yaitu, mas Bobby, bila Mas Bobby mau.

Akhirnya setelah lama menimbang, Mas Bobby datangi rumah Astuti sekali lagi. Sampai disitu Mas Bobby gelisah sekali, sampai2 Astuti heran sdengan sikap Mas Bobby yang aneh dan kikuk. Mas Bobby sendiri, mau omong juga masih ga sampai hati. Ia sudah tahu bagaimana rasanya shok gara2 patah hati [saat di beri surat PHK dari Yuliana Limar Tri Wanityastuti dulu], hampir/malah sudah pingsan ia waktu itu.

Saat itu Astuti baru mau berangkat sekolah [Masuk Siang]. Mas Bobby walaupun kikuk masih sempat juga memberi candaan yang jadi rada miring gara2 Astuti mau mandi. Ia bilang….mandi bareng aku mau? Sbenarnya ia menutupi keisauan hatinya dan malah berharap Astuti marah karena ucapannya itu dan mutusin cintanya [dengan kehendak hatinya Astuti sendiri]. Tapi harapannya itu meleset, he he he….jangan ngeres…. Mas Bobby dan Astuti ga melakukan apapun itu…. Astuti mandi dan Mas Bobby duduk di ruang tamu menunggu.

*Yakin??? lu koq yakin banget sih? soalnya kalau Inyong yang gitu pasti malah nyelonong deh dan jadi amburadul.

* Itu kan e lo, kalau gwe sih lain…..! Gwe cipok dan langsung gwe Bopong ke kamar sekalian begitu dia senyum2…..tuh cewe….. atau…kurasa ide….sex di kamar mandi boleh juga yah???

* HEh…… ! Aku tekak lu nanti…malah jadi pada komentar cem-macem! Bikin gwe ingat rumah bae! Terusin tuh Nyong, sarap nanti lama2 kasih komentar!.

Akhirnya saat penentuan itu tiba. Astuti sudah selesai berdandan dan kini duduk di depan Mas Bobby. Dengan nada berat dan sedih akhirnya Mas Bobby mengutarakan isi hatinya kepada Astuti, bahwa ia tidak dapat melanjutkan hubungan cintanya dengan Astuti, sebab…Ia sebenarnya sudah terikat dengan seorang gadis dan Malah dalam waktu dekat ia sudah akan menikah. Juga Mas Bobby katakan, bahwa…itu tidak dapat ia langgar karena janjinya dan juga karena Gadis yang di maksud Mas Bobby itu, yaitu Sri Andriarsi, Malah sudah Hamil 2 bulan. [Ini pasti karena Mbak Andri jadi ngesrong berat juga setelah bilang MAU diajak nikah Mas Bobby he he he……Sama seperti Meuitya Hafid ama Mas Bobby Oktober-Nopember 2007 dulu itu].

Bisa dibayangkan betapa Shocknya Astuti saat itu, matanya nanar [hampir colaps] juga [untung dalam posisi duduk di kursi], dan Mas Bobby langsung mendekatinya dan memegang tangannya dan meminta maaf padanya.

Astuti menangis dan Mas Bobby memeluknya erat. Bila ga karena cowok gitu, Mas Bobby juga ingin sekali menangis deh pasti…. . Namun akhirnya, Astuti bilang ia mau masuk sekolah hari itu, sekalipun perasaannya ga keruan. Namun mas Bobby ga mau gitu aja biarkan dan lalu pulang, ia memaksa mengantarkan Astuti dengan sepeda onthelnya. Begitulah, berdua mereka berboncengan sampai ke sekolah Astuti. Baru setelah Astuti masuk ke kelas, Mas Bobby tinggalkan ia.

Siang itu hingga Malam harinya, Mas Bobby amat sangat risau bahkan tidak bisa tidur, jauh lebih susah hatinya di banding sebelum ia ucapkan selamat tinggal buat Astuti itu. Ingin sekali rasanya ia nekat menikahi Astuti juga untuk seterusnya. Sayang Astuti baru kelas Dua SMPS, masih dua tahun lagi baru lulus, bila tak ada perubahan kurikulum [Kurikulum SMPS di SOLO saat itu masih 4 th]. Saking risaunya, Mas Bobby sendiri akhirnya terus-menerus zikir dan wiridan sampai ketiduran.

Dua hari kemudian ia bilang kepada Ayahnya akan ikut transmigrasi, dan bilang juga , bahwa persyaratan untuk itu harus sudah berkeluarga. Ayahnya jadi marah dan ngomel2. Lalu Bobby kesokan harinya pergi dari rumah….ia bingung, harus gimana, mau laporan ke Pak Dhenny komandannya di Den Harin, takut amat sangat merepotkan, soalnya ia paham bagaimana sifat ayahnya itu dan Pak Dhenny juga tak mungkin bisa ikut campur begitu saja, lantaran dari dulu hal itu [Mas Bobby dg Den Harin] dirahasiakan.

Tahu kemana Mas Bobby Meidianto pergi? ia jalan kaki menuju Purwodadi, dan masih terus ia lanjutkan perjalanan hingga ia itu melewati Perwoto. Saat itulah ia masih juga mengalami sebuah peristiwa yang unik lagi dengan cewe, bagaikan Raden Joko Tarub dengan Dewi Nawangwulan.

* Nyong…lu yang ngawur opo serius tuh? koq jadi love storynya kaya gitu? Raden Joko Tarub ama Dewi Nawangwulan kan ketemunya di Sebuah Sendang? apa Mas Bobby juga jadi ciblon di sendang?

* Kepriben sih kiye? tadi Inyong kasih komentar, kalian sewot, bareng sekarang protes, dengarin dulu bae lah! Nanti kan tau! Soal ini: Raden Joko Tarub & Dewi Nawangwulan klik aja deh di:

Kisah Cinta [Mirip] Raden Joko Tarub – Dewi Nawangwulan .

Lalu….setelah itu Bobby keluyuran sejenak di Kudus dan Jepara, serta Demak, Mas Bobby kemabali ke Solo, dan kali ini nantang perang ayahnya, kalau tidak mau menikahkan Mas Bobby, Mas Bobby ga mau lagi nuruti ayahnya.

Tapi ada sebuah cerita sedikit…waktu ia pulang dari Kudus itu…Mas Bobby itu sempat temui lagi Astuti….dan benar2 ia bilang minta maaf dan …masih mau ia merayakan UL_TAHnya Astuti bersama di Waduk Mulur itu…namun Astuti bilang ga mau….namun yang lebih penting adalah..Astuti kelihatan lebih tegar dari yang sbelumnya dan itu penting bagi Mas Bobby.

Akhirnya Mas Bobby malah di ungsikan oleh ayahnya ke Jakarta. Ke rumah Pamannya Syahrum, yang saat itu baru mau pindah rumah dari Gang Haji Ja’man Kebon Sirih, Jakpus ke Jl. Saidin, Bambu Apus Timur Pamulang [Kedaung].

Pas saat itulah Bobby Meidianto kita ini, benar2 di uji kemampuannya untuk berani membuat suatu keputusan, yg haq, yaitu: kembali ke Solo secepatnya dan menikahi Ibunya Panji Sri Andriarsi segera. Namun ia sempat ngamuk karena jawaban dari Pamannya baik dari Syahrum yang di situ maupun Pamannya Zulfikar Tanjung yang ada di Halim yaitu: ” Mas Bobby udah dibuang oleh ayahnya, jadi ga perlu lagi ke SOLO”, dan itulah yang membuatnya marah, baginya jawabannya cuma satu: ” Kalaupun sama2 di buang, udah ga di terima lagi dikeluarga Zulachir, buat apa mereka atau ayahnya atur2 dia lagi?”.

Dan lagi, Pak Dhenny sebagai Komandannya yang sudah dapat ia temui dan ia laporan saat itu sekalipun juga menyalahkannya, mengatakan: “Berusahalah jadi laki2 yang sesungguhnya biarpun itu berat bagimu, hadapilah semua itu dengan hati dan kepala dingin, nantipun dalam tugasmu kelak sama saja bahka bisa amat sangat lebih buruk daripada hal ini, yang kau rasakan saat ini!” ” Namun yang paling penting dari semua itu, selalu maafkanlah ayahmu itu bila kau anggap ia bersalah padamu, dan hindarilah menambah bebannya sebisa mungkin”.

Hal itu amat sangat dicamkan oleh Mas Bobby, namun ia must be, vs ayahnya saat itu sebab, iapun punya pertimbangan lain saat ia itu mau menerima cintanya Sri Andriarsi, yaitu: Agar ibunya yg sendirian dapat teman dirinya dan istrinya dan yang kebetulan, cocok koq Sri Andriarsi, yang bisa ia lihat ngobrol enak, di banding dengan Endah Rahmawati, pacar satunya lagi, dan dibanding juga pacar sebenarnya saat itu Endang Sugiyanti, yg tak pernah mau ia ajak pergi menjenguk ibunya.

Mas Bobby akhirnya kembali ke Solo setelah Pamannya dan Mertua Pamannya takjub melihat Mas Boby demo Menghancurkan puluhan batu bata dan genteng Soka Milik Mertua Pamannya [Pak Haji Ismail] dengan tinju dan kepalanya karena kesal ia tak boleh kembali ke Solo.

* Mas Bobby, kita tuh sebenarnya dibagian ini juga jadi kurang sreg namun disinilah kami ini jadi juga banyak belajar, memahami, mengatasi persoalan , secara pribadi, dan yah…tiap orang lain2 kan problemnya dan lain pula cara defensenya serta treatmentnya, tak bisa di samakan satu dengan yang lain sebab, pasti lain pula faktor2 X yang menyertainya, yang bisa berakibat fatal, bagi sukses atau gagalnya seseorang mengatasi masalah kan?

* Bener Mas Bobby, dan seburuk apapun itu saat itu, namun niat suci Mas Bobby juga dapat nilai dari Tuhan, hingga sampai sekarang, mas Bobby benar2 masih dapat bertahan di tengahnya Gempa dan Badai yg melanda, dan di dalam kesendirian dan kesepian yang mas Bobby rasakan.

*Itulah yang Inyong dulu katakan, orang2 itu kan belum tahu tingginya gunung, dalamnya lautan dan luasnya samodra, pahitnya madu, manisnya empedu, asamnya garam, kalau mau tahu soal yang ini tanya tuh Bu Halimah, pasti deh kalo di suruh pilih Sakit Gigi, apa pilih Makan Hati, gara2 lihat Mas Bambang Tri Mesraaaaaa banget ama Mayangsari, mungkin pilih bunuh diri kalo ga tahan.

* NYong! Lu mau bikin Mas Bobby jadi di gamparin Mase yang satu itu,  apa di iles2 Bu Halimah? ngawur aja nyemoni itu nanti di kira Mas Bobby yang jadi dhalang kan repot. La wong Panji jadi wani juga lawan ayahnya itu. Tapi…eh…itu pahitnya madu manisnya empedu itu apa sih?

* Lah??? Inyong udah jelasin ga ngerti juga? Lu patah hati sekali gimana sakitnya dulu? mau lu patah hati mencapai rekor Muri kaya Mas Bobby? Masih ditambah cerai istri satu kali ditinggal istri satu kali [Si Meutya Hafid] sekalipun belum cerai, gitu itu di setrum di kamp militer juga ga terasa sakitnya tuh!

* Ngawur aja…emangnya RAMBO apa Harry Trooper? Yo wis…lanjutin deh…Nah para pembaca… silakan simak yang berikutnya, entah? enam tahun lagi kale…….?

* Koq lama timen? Inyong kan bisa selak tua nanti?

* Semua ini juga gara2 lo, simpen arsip ga jelas dimana, udah di back up koq ga ketemu itu gimana sih? terpaksa ngulang lagi nih!


To be continued>>

Update:  23:38  27/09/2009.

Yah…begitulah kisah Yang Hujan Turun lagi, yang sbelum ini, yang banyak yang-yangannya [pacarannya], dan terus terang…bohong banget kalo dalam kisah yang seklanjutnya ini, tidak ada lagi yang namanya yang-yangan itu bagi /dalam kisah kehidupan Letkol. Bobby selanjutnya, bila ada cowok homosek yang bilang bahwa Letkol Bobby Meidianto, selanjutnya hanya jadi seorang homosek. Sebab, tak satupun dalam buku hariannya yang Letkol Bobby tulis sebagai pacarnya adalah seorang cowok/homosek. Semua cewek asli alias cewe tulen!. Bagaimana kisah selanjutnya?  baca dhewe dibawah ini!


Kisah yang lalu:

Letkol Bobby Meidianto yang saat itu belum Letkol, masih dianggap Taruna Akabri, akhirnya di ijinkan pulang ke Solo oleh Pamannya yang tinggal di Pamulang setelah, Mas Bobby demo kan ketrampilan dan keahlian kung fu nya, dengan memecahkan batu bata dan genting Soka milik mertua pamannya yang sedianya akan di pakai untuk membangun /merenovasi rumah beliau.

Yah… kira2 begitulah kisahnya Para murid Shaolin Zi Kung Fu, bila mereka itu di bilang Lulus dari Vihara Shaolin Zi.   Maklum…kalo begitu caranya mereka ngambeg, berabe berat bagi Guru2 [Para Suhu]  Shaolin Zi, runyam deh…peralatan latihan dan Vihara jadi rusak berat di hantam murid2 yang tidak betah tinggal di situ. He he he…! Jadi kasih aja tiket pulang bagi mereka…wong yang masih betah di situ dan jadi biksu Shaolin yang tinggi ilmunya juga banyak…Ha ha ha…

*Fin…. Lu ngidam berat kena pukulan Naga Saktinya Shaolin to? Ngatain orang sak enake… memangnya Mas Bobby ke situ [Pamulang] itu latihan kung fu ?

*Anu koq Rof….itu ngidam kena Tinju Arahatnya Mas Bobby, ama tendangan berantainya Mbak Cynthia.  Tuh kepalanya udah di botakin kaya orang lagi patah hati kan? Dan kemarin bilang mo coba ilmu baju besi yang pernah Mas Bobby latihkan kepadanya, tapi ga pernah ia latih itu. Kemarin giginya komplit cuma ada yang goyang dikit…jadi ya sekalian mo cabut gigi gratisan daripada ke Puskesmas…gitu kale…?

*Asem…lo berdua…Inyong jadi lemesssss nih….!  Yo wislah gwa lanjutin nih crita…eh..sampe mana tadi?  huuuh…Gusti Benawa ndhalang dapat income, lahInyong? ndhalang begini..abis deh kalo cuma dapat intimidasi en bonyok ntar!

* Hi…hi…hi…rasain loh gwa kerjain!

Akhirnya setelah dapat tiket kereta…Mas Bobby segera pulang ke Solo. Dan kembali ketemu dengan….. His New Love nya, Mbak Andri ibunya Panji Ardhanarespati [eh…waktu itu Panji belum lahir koq yah?]. Akhirnya mereka berdua menikah…dan…hingga Panji lahir setahun kemudian, lalu mas Bobby secara tidak sengaja, jadi merantau ke Lombok NTB. Dan…lalu setelah kembali ke Solo lagi…tak sengaja ia bertemu dengan Astuti…..lagi….Dan kerinduan yang mereka berdua rasakan begitu…..opo yo? membuncah? Enggak ku kira…Nah…ini wae…begitu menggigit….

* Anu koq…Arifin ini yen di suruh crita koq senewen dhewe milih kata itu…? ha ha ha…kita yang ngedengerin serius deweke…ndleming dhewe juga tuh…!


* Abis…lain kata kan lain artine…Inyong kliru ntar jadi kesannya laen nih!

Mas Bobby jadi ga keruan lagi hatinya melihat..Astuti kelihatan ingin menangis….Ia benar2 ingin sekali Astuti benar2 memaafkan dirinya.  Namun akhirnya….Mas Bobby terpaksa…menunda dulu keperluannya untuk bisa berdua dengan Astuti. Mas Bobby baru bisa datangi Astuti hampir dua bulan setelah hari itu. Dan perasaan bersalah itu masih menghantui Mas Bobby hingga kini.


Dua bulan setelah ketemu itu, Suatu hari Mas Bobby pergi ke Makam eyangnya di Bonoloyo.  Lalu sepulangnya dari situ…mampir ke rumah Astuti yang sekarang  [pindah] di desa Bayan Kadipiro.  Di situ astuti…ternyata udah ada cowo lain yang jadi pasangannya.  mas Bobby jadi kurang enak…dan barulah terasa….kepedihan itu di hati mas Bobby…..hal itu membuatnya tak lagi datangi Astuti itu….namun…setelah setahun kemudian….juga tatkala ia habis nyekar di makam Eyangnya, Mas Bobby kembali…dapatkan getaran hati Astuti…yang menginginkan ia datang kembali…dan ternyata Astuti tidak di rumah…namun ada di tempat kerjanya yaitu: PT Dan Liris di Sukoharjo.


Yang ada waktu itu adalah..ibunya Astuti..dan barulah Mas Bobby tahu…bahwa..Astuti pernah sakit…gara2 seorang laki2 dan laki2 itu adalah dirinya…ayah dan ibu Astuti yang….kurang begitu paham…siapa pacar Astuti…datangi rumah mas Bobby…namun oleh ayah Mas Bobby…di bilang Mas Bobby ke Jakarta….untunglah Astuti bisa sembuh kembali. Yang di inginkan ayah dan ibu Astuti adalah….agar mas Bobby mau menemani Astuti…saat Astuti itu sakit…agar cepat sembuh. sayang enggak ketemu.

Mas Bobby langsung lemas dengar cerita itu…ia bilang…”Pak…Bu…sayalah orangnya yang panjenengan berdua maksudkan itu kan?  Saya paham…dari dulu saya menyesal sekali…bukan karena saya ini bermaksud permainkan putri Panjenengan…tapi saya ini, saat itu…sudah hampir menikah…kasihan Astuti bila saya teruskan hubungan saya dengannya. Memang saya ..akui..sampai saat inipun saya tidak dapat..melupakannya..namun…bisakah ia dan bapak Ibu terima saya..setelah saya sudah menikah dengan orang lain dan sudah punya anak saat ini? Juga entah dengan apa saya bisa menebus dosa saya …dan saya lihat…..ia sudah punya pacar lain kan?”

Ternyata…Ibunya Astuti menjawab…: “Pacarnya yang itupun hanya mau mempermainkannya saja…aku kasihan dengan Astuti itu…mungkin ia kena pelet…suatu ketika….laki2 itu membuang puntung rokoknya yang masih panjang…di depan rumah ini di pagar itu dan sejak saat itu Astuti jadi seperti denganmu dulu…ngengleng [linglung] sekali”.

“Baiklah Bu..Pak…saya mengerti…mungkin inilah yang Tuhan inginkan kali ini untuk saya bisa menebus dosa dan kesalahan saya kepada Astuti itu….. biarlah saya bikin Astuti putus dari laki2 itu, apalagi bila benar ia pakai ilmu pelet ..dan semoga setelah ini….Tuhan berikan gantinya diri saya…kepada Astuti itu…laki2 yang mungkin …jauh lebih baik daripada saya…yang sesuai dan menyayangi Astuti itu….kalo sudah itu terjadi…barulah saya jadi tenteram..sebab sayapun tidak rela kalo Astuti jadi permainan orang lain”.

Begitulah…lalu mas Bobby berdoa kepada Tuhan…sesuai dengan yang ia katakan pada orang tua Astuti itu…dan   Mas Bobby yang kebetulan saat itu bawa rokok serep [soalnya kata Mas Bobby saat itu, jarang Mas Bobby beli rokok sampai sebungkus, paling2 ketengan satu atau dua batang],  segera menyalakan rokonya yang satunya dan lalu setelah membaca doa itu….iapun buang ke tempat dimana kata ibu Astuti, pacar Astuti yang hanya mau permainkan Astuti itu membuang puntung rokoknya dulu. Dalam hati mas Bobby, ” Biarlah kita berdua adu ilmu, siapa yang menang…kau atau aku…sudah seharusnya kau pergi tinggalkan Astuti, yang ku sayangi, aku tak rela ia kau permainkan, biarlah Astuti dapatkan suami orang lain lagi yang lebih baik dari kita berdua”.  Dan lalu…setelah sempat ngobrol tentang hal2 lain yang kurang begitu penting, maka mas Bobby pamit pulang, namun ia berpesan, sambil tersenyum, “kalo Tuhan mengijinkan, ga sampai 3 bulan  ini ibu bakal dapat menantu”.

Betapa bersyukurnya Ibu dan Ayah Astuti mendengar hal itu, mas Bobby mereka peluk dan cium. lalu mas Bobby pulang.

Dan benarlah…empat bulan kemudian…mas Bobby baru teringat hal itu, dan datang lagi ke rumah Astuti dan…kaget sendiri…bahwa…Astuti benar2 telah menikah dengan seorang pria teman kerjanya juga sebulan sebelumnya dan itu berarti tepat tiga bulan dari mas Bobby dulu katakan itu.

Lalu….sampai sekarang…Astuti benar2 sudah bahagia dengan suami dan putranya itu.  Dan Ga sengaja..saat Mas Bobby membuka praktek pengobatan alternatif di Bendo Gantungan Klaten di tahun  2000 bersama Timotius Sabarno yang kena kasus Ginseng…ternyata…Mas Narto…kawan Timotius Sabarno itu…adalah kakak keponakan Astuti dan serumah pula dengan Astuti di desa Bayan itu.

*Wis sik..Inyong haus nih…besok lagi ya ceritanya..kalo masih ada….? Eh….lu koq bengong?

*Ndomblong aku lihat kamu itu…koq!  he he he….

* Iya nih…udah botak….ngoceh gitu koq jadi lucu….banget rasanya…tapi..tumben lu ga nangis terharu?

*Assseeemmm…sialan lu…! yang gini ini kan nyentrik….gwa udah mo nangis tadi..tuh…hikhik…malah kalian ledekin…huuuuuhuuuuuuu,  besok gwa pake wig dah…hwaaaaaaaaa!.

*kumat deh….ha ha haaa!










[belum selesai…]

Notes:
Diambil dari data base diary Bobby Meidianto.
Bwat kisah : Pendekar Pedang Asmara / Love Sword Master .
Sedianya akan di masukkan ke Jaguardenharinagent.wordpress.com, namun ternyata terhacker dan koq loh , yang ini masih bisa lagi di rebut oleh Mas Bobby sendiri, jadi alhamdulillah. data posting hari ini tgl. 4/3/2009.

Comments Off on YANG….. HUJAN TURUN LAGI….[rev.6][BOBBY Meidianto “Jaguar”Love Story Sweet Memories] 1989. NEW!!!
%d bloggers like this: